Friday, October 8, 2010

Sajak: " Keindahan.... " Bahagian 1

Indahnya….
Panorama ketika subuh,
Menunggu fajar, terbitnya mentari 
Senja, bersama tirai malam berlabuh
Tersemai rasa syahdu, rindu dan kasih
Kecintaan akan penciptaNya, 
Maha Agong, kian erat dan kukuh
Terasa amat kecilnya, diri !

Indahnya….
Sebutir permata, mutiara budi
Bersimpuh sopan, perilaku yang tabah
Tercanai keluhuran, keikhlasan 
Jiwa kian diulit nikmat kebahagian, 
Rindu pun bersemarak, membara
Tiada kata-kata ego, prasangka
Syukur, alhamdulillah !

Indahnya….
Ukhwah dan keakraban ,
Jalinan mesra suatu persahabatan,
Ada rasa kasih, juga ketakwaan
Kesetiaan menjadi tunjang, 
Kukuh, subur melata akarnya
Tiada keraguan, bimbang
Bukan gunting dalam lipatan !

Indahnya….
Suatu ikatan, perkongsian
Rumah tangga, sepasang suami isteri
Melayari bahtera, bak merpati dua sejoli
Sikap toleransi, saling menghormati
Bercanda, berkasih, bersenda-gurauan
Cinta dan kasih akan agama,
Sehati dan sejiwa !


Dicipta oleh:

Sjamsuri Hj.Abd.Razak
esdije@ymail.com
http://mekarnyabunga.blogspot.com
Tarikh: 8 Oktober 2010.
Puisi No. 213
Hak Cipta Terpelihara

Wednesday, October 6, 2010

Sajak: " Terlena.... "

Terlena….
Masihkah diulit mimpi,
Berbicara, berbisik tentang rindu
Ikatan kasih dan sayang;
Suatu kisah lalu, memori silam
Semakin kabur dan kelam,
Pudar, bagaikan bayang !

Terlena….
Perlukah kita berbicara,
Tentang duka dan air mata,
Tiada henti menangisi, bersedih hati;
Bagaikan suatu nolstagia,
Hidup terkongkong, murung
Muram, tidak bermaya !

Terlena….
Persoalannya, sampai bila
Diri tak sanggup berdepan, melangkah
Berani beraksi, berjiwa tabah;
Bangunlah, tidak lalai dan alpa
Nyalakanlah obor di tangan
Menerangi kegelapan !

Terlena….
Jangan dirimu dibelenggu,
Jasad dirantai kaku, bak tunggul kayu
Lupakanlah kenangan duka, masa silam;
Hidup tak perlu bersedih, muram
Esok, selagi ada cahaya mentari
Bunga di taman, harum mewangi !

Terlena….
Bukalah pintu kamarmu,
Bukalah jendela hati seluasnya,
Cahaya menjerlus masuk, menerangi;
Lihatlah panorama luas terbentang,
Duniamu tak kesunyian, sepi 
Ada suara merdu, berlagu !


Dicipta oleh:

Sjamsuri Hj.Abd.Razak
esdije@ymail.com
http://mekarnyabunga.blogspot.com
Tarikh: 7 Oktober 2010.
Puisi No. 211
Hak Cipta Terpelihara.

Tuesday, October 5, 2010

Sajak: " Seri wajahmu.... "

Seri wajahmu….
Saudara Muslimin, Muslimah
Sejuk, mata yang memandang
Sinar, terpancar indah
Tenangnya jiwa,
Tidak angkuh atau riak,
Berpura-pura !

Seri wajahmu….
Saudara Muslimin, Muslimah
Lemah lembut, perwatakan
Bersopan-santun, indah budi bahasa
Tertarik, terpikat, mempersona
Bersihnya jiwa, pakaian
Lambang kemuliaan !

Seri wajahmu….
Saudara Muslimin, Muslimah
Aurat tertutup, terpelihara
Tidak memperaga, tiada prasangka;
Kasihlah kita akan Allah, Yang Esa
Tiada sekutu, Dialah satu
Akur, pasrah akan hukumNya !

Seri wajahmu….
Saudara Muslimin, Muslimah
Kita adalah bersaudara,
Perlu bersatu, saling membantu
Eratkan silaturrahim dan ukhwah,
Saling menasihati, meneguri
Dirahmati Allah selalu, insya Allah !

Seri wajahmu….
Saudara Muslimin, Muslimah
Kita datang, bagaikan selimut putih
Lembut bak kapas, bersih
Lembut hati dan jiwa,
Begitulah fitrahNya,
Maha Pengasih, Allah Yang Esa !

Seri wajahmu….
Saudara Muslimin, Muslimah
KepadaMu jua aku mohon doa, berserah
Restui, rahmati kami ketika kembali
Ke pangkuanMu, Ya Rabbi
Tempatkan kami di syurgaMu, Ya Allah
Bukan di kalangan mereka yang dimurkai !


Dicipta oleh:

Sjamsuri Hj.Abd.Razak
esdije@ymail.com
http://mekarnyabunga.blogspot.com
Tarilh: 6 Oktober 2010.
Puisi No. 210
Hak Cipta Terpelihara.

Sajak: " Maafkan aku, sayang.... "

Maafkan aku, sayang….
Tidak mengerti, memahami
Maksud tersembunyi, tersirat di hati
Seperti tak terasa apa-apa,
Bukan diperlakukan, sengaja
Atau buat-buat lupa,
Tidak disedari !

Maafkan aku, sayang….
Memungkiri kata dan janji,
Indahnya, mempersona kalbu
Manisnya impian, bagaikan madu
Terungkai sudah suatu ikatan,
Tiada lagi kata kemesraan,
Tak seperti dahulu !

Maafkan aku, sayang….
Membiarkan dirimu sendirian,
Tak bercahaya, dalam kegelapan
Tiada arah dan panduan;
Terkapar, terdampar
Menunggu dan menanti,
Sinar suria pagi !

Maafkan aku, sayang….
Jika ada rasa marah, kebencian
Berputik, tumbuh subur di kalbumu
Tiada lagi kata-kata manis, bisikan rindu;
Kita pun seperti terasing,
Lidah, kelu membisu
Harapan seperti bayangan !

Maafkan aku, sayang….
Lontarkan jauh-jauh, melayang
Resah-hati, rasa curiga
Dendam kesumat di jiwa;
Akan kucuba menghampiri,
Berikan kasih dan sayang,
Taat, setia, kasih tak berbelah bagi !


Dicipta oleh:

Sjamsuri Hj.Abd.Razak
esdije@ymail.com
http://mekarnyabunga.blogspot.com
Tarikh: 5 Oktober 2010.
Puisi No.209
Hak Cipta Terpelihara.

Monday, October 4, 2010

Sajak: " Relaku menanti.... "

Relaku menanti….
Walaupun seribu tahun lagi,
Nyanyian, lagu suara hati
Anak muda, dialun gelombang
Cinta, kasih dan sayang
Dibuai, diulit rindu
Tidur tak lena, makan tak lalu !

Relaku menanti….
Sabar menunggu, kekasih datang
Ingin melihat wajah kesayangan,
Senyumannya merekah,
Terhias indah,
Kubiarkan lidahku kelu,
Menatap seri wajahmu !

Relaku menanti….
Di bawah terik sinar mentari,
Panas dan hujan, tak kupeduli
Masih setia menunggu,
Di pelabuhan rindu,
Kulihat, ombak beralun memutih
Mengintai, dirimu kekasih !

Relaku menanti….
Menunggu pelangi bertandang,
Menghiasi langit petang,
Indahnya warna-warni;
Rimba kelamku kembali cerah,
Kasih, rinduku, terukir megah
Sungainya mengalir tenang !

Relaku menanti….
Walaupun seribu tahun lagi,
Simfoni lagu rindu,
Memuja, memujimu kekasih
Kubisikkan, berkumandang selalu
Tersirnalah rasa sepi,
Resah-gelisah !


Dicipta oleh:

Sjamsuri Hj.Abd.Razak
esdije@ymail.com
http://mekarnyabunga.blogspot.com
Tarikh: 3 Oktober 2010.
Puisi No. 207
Hak Cipta Terpelihara.

Sajak: " Seruling rindu.... "

Seruling rindu….
Tiupannya berlagu,
Gementar membelah maya,
Ketika malam sepi begini,
Memanggil, menggamit rasa
Alunannya berombak,
Jiwaku sebak !

Seruling rindu….
Iramanya merdu, mendayu
Selembut tangan yang menari,
Mulut yang meniup,
Seruling, lagu rinduku
Tersentuh kalbu,
Lena dibuai mimpi !

Seruling rindu….
Punggukpun terpaku,
Sayup, tinggi di pohon kayu
Merdunya irama,
Memanggil, menyeru kekasih
Bulan diselaputi awan,
Pungguk berhati rawan !

Seruling rindu….
Aku masih di pantai, sendirian
Mendengar deru angin, deburan ombak
Mendengar nyaring, tiupan seruling
Seorang anak muda remaja,
Tenang, berwajah syahdu
Dilamun rasa kasih dan cinta !

Seruling rindu….
Izinkan aku mengatur langkah,
Mencari jalan pulang;
Esok, jika aku masih di sini
Hati diulit resah dan rasa sepi,
Kubawa diri, hadir bertandang
Tiupan seruling, bergemalah lagi !


Dicipta oleh :

Sjamsuri Hj.Abd.Razak
esdije@ymail.com
http://mekarnyabunga.blohspot.com
Tarikh: 4 Oktober 2010.
Puisi No. 208
Hak Cipta Terpelihara.

Friday, October 1, 2010

Sajak: " Kalau.... "

Kalau….
Ada rasa rindu,
Katakan segera,
Jangan malu atau ragu,
Bukan mahu terburu-buru,
Bukan khuatir atau bimbang,
Kelak kehilangan, orang tersayang !

Kalau….
Ada rasa kesudian,
Katakan, jangan ditunggu, dinanti
Pastinya, akan kuhadirkan diri
Menambah meriahkan pesta,
Kita gembira bersama,
Meraikan undangan !

Kalau….
Ada rasa kasih,
Katakan, biar kutahu dan hargai
Menilai antara batu atau permata,
Bukan bersikap hipokrit, pentingkan diri
Talam dua muka, berpura-pura
Hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong !

Kalau…
Ada rasa cinta,
Jangan dibiarkan berlalu,
Singgah sebentar di sini,
Di perhentian rindu,
Pupuk, belaikan dengan kemesraan
Agar kasih, kekal berpanjangan !

Kalau….
Ada rasa ketakwaan,
Cinta dan kasih akan agama,
Kita jaga, hormati akhlak diri
Semoga dirahmati Allah selalu,
Hidup sejahtera, bahagia
Dilindungi Ya Rabbi, Yang Esa !


Dicipta oleh:

Sjamsuri Hj.Abd.Razak
esdije@ymail.com
http://mekarnyabunga.blogspot.com
Tarikh: 1 Oktober 2010.
Puisi No. 205
Hak Cipta Terpelihara.